Blog

OM TAT SAT: Om Itulah yang (sejati) Ada

Om adalah getaran alam semesta yang teridri atas tiga huruf AUM, suara ajaib yang menyebabkan segalanya ada, teratur dalam satu harmoni semesta. Om merupakan satu kesatuan utuh dari daya cipta, memelihara dan melebur yang merupakan esensi dari kehidupan. Buwana kosa menyatakan la halus teramat sulit dipahami yang gaibnya bagiakan angkasa, tiada namun kenyataanya ada. Om adalah […]

Menembus Segala Rahasia Melalui Mata Spiritual

Na tu mam sakyase drastumanenaiva sva-caksusadivyam dadami te caksuhpasya me yogam aisvaram(Bhagavad-gita 11.8) “Sesungguhnya engkau sama sekali tidak bisa melihat Wujud-Ku dengan mata duniawimu ini.Oleh karena itu, Aku berikan engkau mata spiritual divya-caksu, dan (melalui divya-caksu tersebut) lihatlah kehebatan dari kekuatan yoga-aisvarya-Ku”. Caksu berarti mata, dan divya berarti spiritual, agung, mulia. Sloka ini memberikan peringatan […]

Aywawera: Elemen atau Ornamen?

‘Aywawera’ atau ‘haywa werah’ adalah sebuah kata majemuk atau klausa imperatif (subjek orang kedua lesap) bentukan dari ‘aywa atau haywa (jangan, janganlah)’ dan ‘werah atau wera (membuka rahasia, lalai, ceroboh; ribut, heboh)’. Kata ini passim ditemukan terutama dalam teks-teks tutur berbahasa Jawa Kuna dan Kawi-Bali yang umumnya ditulis ‘ajawera’. Khusus untuk kata ‘aywa’, bentuknya beragam dalam bahasa Jawa Kuna, seperti ‘haywa’, ‘aywa’, […]

Aywawera Millenial: Dunia tanpa pintu

“Made cenik liligmotor ibi sanja, motorBadung ke GianayarGedebege muat batu,batu cina, bais lantang cungguh barak“ Lirik lagu di atas sangat melekat pada masyarakat Bali, bahkan diliris kembali. Made Cenik, adalah identitas orang Bali dan Cenik menandakan sebagai masyarakat yang kecil, di pulau kecil di gilas, ditindas oleh mobil (motor). Mobil itu produk modernitas yang kekuatannya […]

Politik Aywawere, masihkah?

Bali itu penuh simbol. Tak banyak yang bisa langsung memahami maknawinya. Pun peneliti asing, Sthepen Lansing (2006) salah satunya. Hildred Geertz (1975) saat menulis kekerabatan orang Bali juga pusing, dan menyimpulkan Bali itu dalam banyak hal misleading. Durasi dalam kebudayaan lain adalah kenyamanan waktu, di Bali tidak berlaku. Sirkulasi lebih penting karena banyak idiom justru bisa […]

Medsos dan Budaya Koh Ngomong

Sebuah ungkapan sederhana ‘Aywawere’ pemah tumbuh subur dan berkembang secara luas di masyarakat pada zamannya. Pertanyaan-pertanyaan yang menyinggung persoalan-persoalan agama dan budaya yang kerap tidak mendapat jawaban yang memuaskan selalu diakhiri dengan ucapan ‘Aywawere’ sebagai jawaban pembenar terakhir yang tidak terbantahkan. Sesungguhnya ‘Aywawera‘ ini sebuah ungkapan yang pemah tenget (sakral) beberapa dekade yang lalu, namun kini di […]

Nafsu Asmara Jayadratha Kepada Draupadi

Hari berganti hari, setiap musim menumbuhkan bunga-bunga baru. Pada suatu hari, para Pandawa meninggalkan Draupadi sendirian di Ashrama, dan pergi berburu dalam upaya untuk bisa memberi makan kaum Brahmana pengikut mereka. Saat itu melintas di dekat ashrama Pandawa, Raja Sindu, Jayadratha dengan busana sangat mewah, rencana untuk melangsungkan perkawinan di kerajaan Shalwa; banyak pangeran ikut […]

AJA WERA yang Dipelesetkan Maknanya Menghambat Upaya Kwalitas Umat Hindu

Di Bali kata majemuk Aja Wera tidak asing lagi. “Aja Wera” terdiri atas dua buah kata. “Aja” dan “Wera”. “Aja” kawi berarti “jangan” (Kamus Bahasa Bali I Wayan Simpen AB) dan (Kamus Bahasa Kawi Mardi Warsito). “Wera” berarti ribut, bahasa Balinya uyut, endeh (Kamus Bahasa Bali I Wayan Simpen AB), juga berarti “mabuk”, gila-gilaan (Kamus Bahasa Kawi Mardi Warsito). Jadi […]

Bela Negara Menurut Hindu dalam Konteks Kekinian

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pasal 27 Ayat (3):“Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam upaya pembel- aan negara”. Bela negara bukan hal yang baru lagi masyarakat Indonesia dewasa ini. Masyarakat Indonesia dari usia remaja hingga dewasa rasanya sudah banyak memahami bahwa pembelaan terhadap negara tercinta, Republik Indonesia telah dimulai sejak […]

Manajemen Cerdas, Tuntas, dan Ikhlas

Manajemen pada dasarnya sebagai suatu seni untuk mengelola atau mengarahkan orang lain agar dapat mencapai tujuan utama organisasi (main purpose of organization), meialui proses perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating) dan pengawasan (controlling) sumber daya yang ada secara efektif dan efisien. Sedangkan peran manajemen dapat diartikan sebagai tindakan atau kegiatan yang harus dilakukan oleh pimpinan […]

Sekretariat Pusat

Jalan Anggrek Neli Murni No.3, Kemanggisan, Kec. Palmerah, Kota Jakarta Barat, DKI Jakarta, 11480.

Senin – Jumat: 08:00 – 18:00

Didukung oleh

Ayo Berdana Punia

Tim IT PHDI Pusat © 2022. All Rights Reserved